Rabu, 21 Desember 2016

Tiga Zaman Perkembangan Pemikiran Manusia



   Titik tolak Comte yang terkenal adalah tanggapannya atas perkembangan pengetahuan manusia, baik perseorangan maupun umat manusia secara keseluruhan. Melalui tiga zaman atau tiga stadia. Menurutnya,  perkembangan menurut tiga zaman ini merupakan hokum yang tetap. Ketiga zaman itu ialah:
1.     Zaman Teologis
Pada zaman teologis, manusia percaya bahwa dibelakang gejala-gejala alam terdapat kuasa-kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala-gejala tersebut.  Kuasa-kuasa ini dianggap sebagai makhluk yang memiliki rasio dan kehendak seperti manusia, tetapi orang percaya bahwa mereka berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari pada makhluk-makhluk ini sani biasa. Zaman teologi dapat dibagi lagi menjadi tiga macam:
·         Animisme, tahapan animise merupakan tahapan paling primitive karena benda-benda dianggap mempunyai jiwa.
·         Politeisme, tahap politiesme merupakan perkembangan dari tahap pertama, pada tahap ini, manusia percaya pada dewa yang masing-masing menguasai suatu lapangan tertentu ;dewa laut, dewa gunung, dewa halilintar, dan sebagainya.
·         Monoteisme, tahap monoteisme ini lebih tinggi dari pada dua tahap sebelumnya, karena pada tahap ini, manusia hanya memandang satu Tuhan sebagai penguasa.
2.    Zaman Metafisis
Pada zaman ini, kuasa-kuasa adikodrati diganti dengan konsep dan prinsip yang abstrak, seperti “kodrat” dan “penyedap”. Metafisis di zaman ini dijunjung tinggi.
3.    Zaman Positif
Zaman ini dianggap Comte sebagai zaman tertinggi dari kehidupan manusia. Alasannya ialah pada zaman ini tidak lagi ada usaha manusia untuk mencari penyebab-penyebab yang terdapat dibelakang fakta-fakta.  Manusia kini telah membatasi diri dalam penyelidikannya pada fakta-fakta yang disajikan kepadanya. Atas dasar observasi dan dengan menggunakan rasionya, manusia berusaha menetapkan relasi atau hubungan persamaan dan urutan yang terdapat antara fakta-fakta. Pada zaman terakhir inilah dihasilkan ilmu pengetahuan dalam arti yang sebenarnya.
Hukum tiga zaman tidak saja berlaku pada manusia sebagai anak manusia berada pada zaman teologis, pada masa remaja, ia masuk zaman metafisis dan pada masa dewasa, ia memasuki zaman positif. Demikian pula, ilmu pengetahuan berkembang mengikuti tiga zaman tersebut yang akhirnya mencapai puncak kematangannya pada zaman positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar