Rabu, 21 Desember 2016

Ontologi Ilmu Sosial



Ontolgi secara etimlogis berasal dari bahasa yunani onto yang berarti sesuatu yang sungguh-sungguh ada, kenyataan yang sesungguhnya, dan logos yang berarti studi tentang, teori yang dibicarakan (Angeles,1981). Secara terminologis, ontologi diartikan dengan metafisika umum. yaitu cabang filsafat yang mempelajari tentang sifat dasar dari kenyataan yang terdalam membahas asas-asas rasional dari kenyataan (Kattsoff,1986). Dengan kata lain, permasalahan ontologi adalah menggali sesuatu dari yang nampak.
Pada dasarnya, ilmu merupakan hasil dari penjajahan dalam pengalaman manusia. Sehingga, ilmu bersifat terbatas pada pengalaman manusia itu sendiri. Ilmu tidak dapat memaparkan persoalan yang tidak berwujud.
Dalam persoalan ontologi, sebuah objek dapat dipaparkan melalui lima butir pertanyaan. Pertama, objek tersebut bersifat satu atau banyak. Kedua, bersifat transenden atau imanen. Ketiga, permanen atau baharu (berubah-ubah). Keempat, jasmani atau rohani. Kelima, objek tersebut bernilai atau tidak.
Dalam struktur realitas, ilmu sosial berada dalam level ke empat. yakni merupakan ilmu yang membahas dalam ranah relasi atas manusia. Dari situ dapat diketahui bahwa ilmu sosial merupakan ilmu yang bersifat banyak (plural). Sebab, ilmu sosial berjalan dalam pembahasan relasi atas manusia, dan pada dasarnya, manusia bersifat kompleks, berbeda satu sama lain. Setiap pribadi memiliki modelnya masing-masing, oleh karena itu, ilmu sosial pun bersifat banyak atau plural.
Setelah mengetahui objek dari ilmu sosial, dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu sosial merupakan ilmu yang berada dalam struktur-struktur, dan mengambil bagian yang menentukan proses alam (imanen). Ilmu sosia bukan lah sesuatu yang berada jauh di atas hal-hal yang terdapat dalam pengalaman (transenden), seperti halnya Tuhan.
Berbeda dengan ilmu alam, ilmu sosial cendrung bersifat berubah-ubah, ilmu sosial memandang kebenaran tidak berifat mutlak, yang ada hanya mendekati kebenaran, Ia bergantung pada keadaan objek yang dikaji, dalam ilmu sosial saat ini, belum tentu sama dengan beberapa abad lalu atau yang akan datang. Ilmu sosial tidak dapat diprediksi seperti halnya ilmu alam karena objek-objek dari ilmu sosial berbeda dalam bentuk, struktur serta sifatnya.
Dalam buku filsafat komunikasi tulisan Dr. phil. Astrid S. Susanto, 1976. disebutkan, bahwa ilmu sosial bergerak dalam bidang mencari kebenaran ataupun pembentukan pikiran-pikiran yang dianggap benar dalam masyarakat. Sehingga dapat dilihat bahwa ilmu sosial berada dalam ruang lingkup rohani atau tidak nampak.
Dalam pertanyaan terakhir dalam ontologi yang memprtanyakan masalah bernilai atau tidaknya sebuah objek, tentunya ilmu sosial sangat bernilai. Hal itu dapat diketahui dengan berkembangnya ilmu sosial saat ini. Selain itu, ilmu sosial selalu menjadi kajian dan perdebatan hangat dalam forum-forum diskusi. Mengingat kembali objeknya bersifat unik dan sangat kompleks.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar