Sabtu, 17 Desember 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemikiran secara Holistik



Berpikir holistik dalam kehidupan manusia sangat penting. Apalagi kita sebagai makhluk sosial di zaman globalisasi ini, yang terus dihadapakan dengan suasana, lingkungan dan manusia yang berbeda. Berpikir holistik akan membuat orang lebih mudah beradaptasi dengan suasana, lingkungan, dan manusia yang baru serta berbeda. Perkembangan globalisasi menuntut pengembangan pola pikir secara holistik. Beberapa faktor yang mempengaruhinya dapat diuraikan sebagai berikut :
a.  Kehidupan manusia terdiri dari beragam bidang kehidupan. Bidang-bidang kajian tersebut antara lain agama, hukum, bahasa, seni, matematika, sains, sosiologi, komunikasi, pendidikan dan sebagainya. Semua bidang tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya.
b.  Otak manusia sejak dilahirkan telah disiapkan untuk memahami berbagai macam bidang ilmu. Secara potensial hal itu sudah disediakan, tetapi secara realitas kerap kali yang berkembang hanya bagian-bagian tertentu saja dari otak manusia. Karena tidak dilatih secara maksimal.
c.   Jika dicermati, kehidupan manusia baik secara individu, sosial (komunitas), kehidupan hewan dan tumbuhan di alam, serta sistem mikroskopis dan makrokosmos yang ada di alam mini, akan didapati bahwa tidak ada satu pun makhluk yang independen secara mutlak. Semua makhluk itu terikat dalam sistem yang saling terhubung. Artinya, hakikat kehidupan kita ini bersifat komplek, tidak tunggal, tidak mandiri secara mutlak. Dengan demikian, memahami kehidupan ini juga membutuhkan perangkat-perangkat ilmu pengetahuan yang komplek pula.
d.  Dalam manajemen modern, banyak pihak telah lama menerapkan sistem pendekatan integral. Misalnya dalam industri perangkat keras komputer. Disana sebuah pabrik komputer tidak hanya merekrut ahli-ahli teknik komputer saja, tetapi mereka juga membutuhkan ahli desain, ahli bahasa, ahli marketing, peneliti sosial, sampai ahli psikologi. Dengan pendekatan yang bersifat menyeluruh (integral), diharapkan keputusan-keputusan manajemen yang diambil lebih dekat kepada realitas konsumen yang dihadapi.
e.  Ilmu pengetahuan telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan multi disipliner yang menguasai ilmu agama, filsafat, matematika, sains, seni, sejarah, geografi dan lain-lain.
f.   Pemahaman bidang-bidang ilmiah secara holistik akan membawa kepada kebijaksanaan dan keputusan yang matang. Justru sikap fanatik kepada spesialisasi dan menolak keragaman perspektif, hal itu akan membawa kepada kesempitan pandangan dan kesimpulan yang mentah.
g.  Pada dasarnya, tidak ada satu pun bidang ilmu yang bersifat spesialis murni. Seorang ahli tidak akan menemukan sebuah teori baru tanpa alat bantu ilmu lain seperti ilmu fisika, informasi perpustakaan, dll.
h.  Dengan berpikir secara holistik, seseorang mampu beradaptasi dengan berbagai macam manusia, lingkungan dan kasus. Menghadapi orang desa berbeda dengan menghadapi orang kota, menghadapi orang Jawa berbeda dengan menghadapi orang Batak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar