Senin, 26 Desember 2016

Kebiasaan Merupakan Faktor Yang Mempengaruhi Belajar



Kebiasaan belajar adalah segenap perilaku siswa yang ditujukan secara ajek dari waktu ke waktu dalam rangka pelaksanaan belajar di sekolah. Perlu diperhatikan bahwa kebiasaan belajar tidaklah sama dengan keterampilan belajar. Kebiasaan belajar adalah perilaku seorang siswa untuk bertindak dari waktu ke waktu dalam cara yang sama, sedangkan keterampilan belajar adalah sistem, metode atau teknik yang telah dikuasai oleh siswa untuk melakukan
Dalam kegiatan sehari-hari ditemukan adanya kebiasaan belajar yang kurang baik. Kebiasaan belajar tersebut antara lain:
a)         Belajar pada akhir semester;
b)         Belajar tidak teratur;
c)         Menyianyiakan kesempatan belajar;
d)         Bersekolah hanya untuk bergengsi;
e)         Datang terlambat bergaya pemimpin;
f)         Bergaya jantan seperti merokok, sok menggurui teman;
g)         Bergaya minta “belas kasihan” tanpa belajar.
Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat ditemukan di Sekolah yang ada di kota besar, kota kecil, dan di pelosok tanah air. Untuk sebagian, kebiasaan belajar tersebut disebabkan oleh ketidakmengertian siswa pada arti belajar bagi diri sendiri. Hal ini dapat diperbaiki dengan pembinaan disiplin membelajarkan diri. Suatu pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian” dan berbagai petunjuk oleh teladan, dapat menyadarkan siswa tentang pentingnya belajar. Pemberian penguat dalam keberhasilan belajar dapat mengurangi kebiasaan kurang baik dan membangkitkan harga diri siswa (Dimyati:2009,246).
Setiap siswa yang telah mengalami proses belajar kebiasaan-kebiasaannya akan tampak berubah. Menurut Burghardt dalam Muhibbin Syah (2014:116), kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan karena respons dengan menggunakan simulasi yang berulang-ulang. Dalam proses belajar, pembiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan/pengurangan inilah, muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis.
Kebiasaan ini terjadi karena prosedur pembiasaan seperti dalam classical dan operant conditioning. Contoh: siswa yang belajar bahasa secara berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru, akhirnya akan terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar. Jadi, berbahasa dengan cara yang baik dan benar itulah perwujudan perilaku blajar siswa tadi (Syah:2014,117).
Kebiasaan belajar baik dari segi cara belajar, waktu belajar, suasana belajar, keteraturan belajar, dan lain-lain yang semua itu terbungkus menjadi gaya belajar merupakan faktor penunjang keberhasilan belajar siswa. Selain itu kebiasaan berpikir siswa saat belajar juga mendukung kemajuan hasil belajar.
Kebiasaan belajar yang yang salah harus diperbaiki dan ditinggalkan, dan guru mencoba mengembangkan kebiasaan belajar baru yang lebih bermakna. Untuk memperoleh informasi mengenai kebiasaan belajar para siswa, guru dapat menggunakan teknik observasi atau pengamatan terhadap cara belajar siswa, misalnya cara membaca buku, mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan cara diskusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar