Kamis, 08 Desember 2016

Psikologi Menurut Filsafat



Sebagai seorang guru kita harus bisa mengetahui karakter-karakter anak muridnya. Karakterstik peserta didik berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam mempelajari karakteristik peserta didik tersebut diperlukan yang namanya suatu ilmu pengetahuan yang bernama psikologi. Psikologi itu sendiri pada mulanya berawal dari filsafat, karena semua ilmu baik ilmu psikologi, matematika, ilmu pengetahuan alam dan ilmu-ilmu lainnya berangkat dari filsafat. Nah, disini penulis akan membahas tentang bagaimanakah psikologi menurut filsafat dan bagaimana pula hubungan antar keduanya?
Kita mulai dengan pengertian psikologi dan filsafat itu sendiri. Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai jiwa, atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan. Sedangkan filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung, yang mendapat perhatian dari manusia dan di carikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.
Psikologi dan filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat, karena Filsafat sebenarnya merupakan ibu kandung dari psikologi dan Psikologi merupakan cabang dari filsafat. tetapi sekarang psikologi sudah berdiri dan berpisah dari ilmu induknya (filsafat). Filsafat memiliki hubungan dengan psikologi, mereka masih mempunyai hubungan, khususnya antara psikologi dengan filsafat ilmu terutama tentang sifat, hakekat, dan tujuan ilmu pengetahuan.

Subjek kajian psikologi adalah manusia. Psikologi itu sendiri mempelajari tingkah laku manusia. Dimana ia berperan dalam memecahkan masalah-masalah rumit yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan. Sedangkan, filsafat juga berangkat dari apa yang dialami oleh manusia, Filsafat memerlukan data dari ilmu, jika ahli filsafat manusia hendak menyelidiki adakah manusia itu, iya harus mengetahui gejala tindakan manusia. Dalam hal ini, ilmu yang bernama psikologi akan menolong filsafat dengan sebaik-baiknya dangan hasil penelitiannya. Filsafat tentang kemanusiaan, akan sangat pincang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil psikologi. Disebutkan bahwa, sebelum menjadi disiplin ilmu yang mandiri, psikolgi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafat yang hingga sekarang masih nampak pengaruhnya.
Dalam metode filsafat biasanya mengembangkan metode fenomenologi sebagai alternatif pendekatan dalam ilmu psikologi. Filsafat juga bisa mengangkat asumsi-asumsi yang terdapat dalam ilmu psikologi. Dalam konteks perkembangan, psikologi sosial filsafat juga bisa memberikan wacana maupun sudut pandang baru dalam bentuk teori-teori sosial dan refleksi teori-teori sosial kontemporer.

Selain itu, filsafat juga bisa menegaskan akar historis ilmu psikologi. Psikolog bisa mempelajari teks-teks kuno filsafat tentang refleksi perilaku dan konsep jiwa manusia agar semakin memahami akar historis ilmu mereka, serta persoalan apa saja yang ada di dalamnya. Filsafat juga menjadi landasan berpikir aliran-aliran dalam psikologi seperti:
  • Psikologi behaviorisme didasari oleh positivisme yang berakar pada empirisisme dan pengalaman.
  • Psikologi Gestalt dapat diamati dengan fenomenologi.
  • Psikoanalisa didasari oleh determinisme dan positivisme.
  • Psikologi kognitif memiliki dasar rasionalisme

Filsafat itu mempertanyakan jawaban, sedangkan psikologi menjawab pertanyaan (masalah). jadi dengan berfilsafat, psikolog mendapatkan solusi dari permasalahan kliennya, karena terus diberikan pertanyaan, seperti kenapa, mengapa, apa alasannya dan terus begitu sampai akhirnya ada kesimpulan dari pertanyaan (permasalahan) itu.
          Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi menurut filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang disebutkan oleh filsafat. Psikologi itu sendiri juga bisa menjadi dasar acuan agar filsafat dapat menemukan kebenarannya. Hubungan psikologi dengan filsafat adalah bahwa psikologi itu merupakan cabang dari filsafat dan keduanya juga berpengaruh besar terhadap pengetahuan mengenai manusia dan segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar